Monday, May 1, 2017

Dua Puluh Delapan

Hari ini, angka usiamu bertambah satu
Izinkan kutitipkan rindu
Sedikit waktu tuk nikmati mata sendu
Tak apalah, rindu menjelma benalu

Hari ini, jiwamu berdetak mendewasa
Izinkan kutitipkan romansa
Tak sering kita berdansa
Kau lebih tahu, asa kita lawan rasa

Hari ini, sel tubuhmu membelah beribu
Izinkan kutitipkan ragu
Adamu untuk mencari tahu
Setiap langkah mengisi bekal di saku

Hari ini, ragamu pun masih
Izinkan kutitipkan kasih
Garis tanganmu tertulis welas asih
Hiraukan kemanusiaan lebih

Saturday, April 22, 2017

The Living Dead

Among fears,
One is for real
The soul stops breathing
The heart stops beating
Nothing left
To the living dead

I don't beg for an apology
I don't beg for a company
For I feel no guilty
I feel no beauty
Nothing left
To the living dead


Wednesday, April 5, 2017

Hangat Kemarau

Hujan Bulan April masih ganas
Purnama tak pernah tampak
Enggan ia menyapa
Saat bumi tertutup awan legam

Hujan Bulan April masih sendu
Purnama tak jua merayu
Enggan ia beromansa
Saat bumi terbelenggu gravitasi

Hujan Bulan April akan usai
Purnama kembali hadir
Enggan ia berpaling
Saat bumi terpeluk hangat kemarau

Monday, April 3, 2017

Powerless

I'm wearing tears
for it brings you calm

I'm holding pain
for it leads you into content

I hush all the joys the world could offer
for it turns into a blanket that protect you from harm

Let me be the one who endures bitter taste of being broken
for it helps you being normal

I'm powerless
when it comes to your happiness

Friday, March 31, 2017

Virus

Kebanyakan menempel
Tak lama kemudian terbasuh

Ada diantaranya
Tiba tiba saja penetrasi
Layaknya benih
Lalu bertumbuh

Kebanyakan membuatku menggigil
Tak lama kemudian sembuh

Ada diantaranya
Pelan pelan membuatku hangat suam suam kuku
Kemudian bertubi membelah diri

Kamu virus
Tanpa masa inkubasi
Aku terinfeksi
Dulu dan kini
Kedepan,
aku tak mau sembuh

Wednesday, March 15, 2017

Aku dan Sepi

Pada akhirnya hanya akan ada aku dan sepi
Jika kau lelah
Pergilah
Selalu kau butuhkan orang lain untuk kembali padaku

Tuesday, March 7, 2017

Aroma Bawang dan Merica

Remang bioskop sinari wajah wajah lugu
Mata berkedip ikuti alunan degub
Semakin sering
Semakin bertalu

Kusandarkan tubuh pada tubuhmu
O harum
Aroma bawang dan merica
Menggugah selera

Antara yakin dan malu
Kuhirup lagi aromamu
O selaksa candu

Tubuh kian dekat
Gravitasi kian lekat
Gairah dalam otakku makin pekat
Enyahlah kau sekat

O remang
O ragu
Leburlah jadi satu

Bertahun bertali pikiran dan imaji
Inilah saaatnya
O tubuh

Tik tok

Tik tok

Tik

Masih jua diam

Jantung jantung berontak
Menggema diantara dentum bass musik lantak

Kukecup pipi
O remang
O ragu
Lebur jadi satu

Bibir bibir bersahutan
Mencipta melodi klasik
Mari dendangkan musik
O lidah
Menari riang penuh syahdu

Degub kian bertalu
O remang
O ragu
Begini nikmat menyatu